Tuesday, August 9, 2011

100 Hari....




Minggu lepas sempat menonton drama "100 hari.." di TV1 di malam minggu. Jarang aku menonton TV1. Kebetulan anak-anak buka siaran tersebut. Drama yang sangat baik dari segi jalan cerita dan pengajaran. Sungguh aku terkesan. Drama mengisahkan watak utama yang akan mati dalam masa 100 hari. Teringatkan arwah bapak yang telah lebih dulu meninggalkan aku dan keluarga 17 tahun yang lampau...AlFatihah!

Sedikit info mengenai kisah 100 hari menuju hari kematian setiap insan:

Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian

Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hamba-Nya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walau bagaimanapun, semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja, sedangkan orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah, nyawa mereka ini akan dicabut tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terbahagi pada beberapa keadaan :

1. Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hamba-Nya dan hanya akan disedari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sedar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu 'Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sedar dan berdetak di hatinya bahawa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2. Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu 'Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas 'Arasy Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

3. Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit dimana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

4. Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / difahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5. Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu 'Asar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di bahagian ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu 'Asar keesokan harinya.

6. Tanda akhir
Akan berlaku keadaan dimana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Penutup

Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan baik dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahawa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh kerana itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga fikiran dalam sedaya-upaya kita untuk mencari keredhaan Allah SWT di dunia mahupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.

Wallahu a'lam...

Sumber info : http://nuursyifa.blogspot.com/2010/01/tanda-100-hari-sebelum-hari-kematian.html

Monday, July 4, 2011

Lie to me...anyone?


Ye..inilah hobiku...menonton drama korea. Ahah...peduli la orang nak kata apa pun. Kisah-kisah melodrama aku tak berapa suka. Aku lebih suka kisah romantik komedi. Lucu tapi romantik..! Bila tengah menonton, terlupa dunia sekejap..hilang segala stress & masalah...macam sedang pergi ke dunia lain. Escapism ke? Ah..gasak la. Sekarang aku tengah ikut cerita ni "Lie to Me"...

Nak tau sinopsisnya di sini (dalam bahasa Indonesia...yang dalam bahasa Inggeris tak lengkap lagi..) http://recap-koreandrama.blogspot.com/2011/05/lie-to-me.html

Sunday, March 13, 2011

Sesat jalan


Aku suka mengambil iktibar dari kisah-kisah orang lain. Bukan untuk jaga tepi kain orang tapi untuk difikirkan apakah hikmah di sebalik sesuatu itu terjadi. Pengalaman orang lain kita jadikan pedoman.

Teringat pula aku akan email yang pernah ku terima. Ni bukan kisah budak kecil yang hilang…tapi orang dewasa yg sesat jalan selepas membeli belah..…mari kita ambil iktibar ye…

Song reunites Thai bus woman with family

A Thai woman who was lost for 25 years after catching the wrong bus home
was finally reunited with her family thanks to simple song.

The last time Jaeyaena Beuraheng saw her seven children was in 1982 when
she left the southern Thailand province of Narathiwat on one of her
regular shopping trips across the nearby border with Malaysia.

She disappeared, and police later told her family that she had
apparently been killed in a traffic accident.

In fact, Jaeyaena had simply taken the wrong bus home - an error that
would have been easy to fix except that she only speaks the local
dialect of Malay known as Yawi, according to officials at the homeless
shelter where the 76-year-old has lived for two decades.

On her way back from Malaysia, she mistakenly hopped on a bus to
Bangkok, some 1,150km north of her home in Narathiwat province.

Unable to read Thai and speaking a language few Thais can understand,
she again took a wrong bus, this time to Chiang Mai, another 700km
further north.

There she ended up as a beggar for five years, until she was finally
sent to a homeless shelter in the central Thai province of Phitsanulok
in 1987.

An official at the shelter said she was known as "Auntie Mon" because
her speech sounded similar to the language of ethnic Mon living along
the border with Burma.

But still no one could understand her, until last week when three health
students from Narathiwat arrived on an exchange program to research the
problem of homelessness at the shelter.

She sang a song for the visitors, one that the staff at the shelter had
often heard but never understood.

"She sang her same old song, one that nobody could understand until
those three students from Narathiwat told us that she was singing in
Yawi, a Malay dialect," the official said.

"So we asked them to talk to her and find out if she had relatives," the
official said.

Jaeyaena told the students that she had a Malaysian husband and seven
children, recounting her entire story of the bus and how she had become
lost in northern Thailand.

Her shocked family sent her youngest son and her eldest daughter to meet
her and bring her home on Tuesday, the official said.

"She remembered all of her children's names. But at first she couldn't
recognise her youngest son, but she recognised her eldest daughter,"
said the official, who was at their reunion.

Her children have taken her back to their family home in Dusongyo (Dusun
Nyuir) village, in a remote corner of Narathiwat.

The village chief said she had arrived home yesterday, some 25 years
after she left to go shopping.

*Source asal : AFP*

Sunday, March 22, 2009

Catatan 1 : Otak tepu



Tiada tajuk yang dapat saya tulis hari ini. Otak tak dapat berfikir apa ayat-ayat yang ingin diolah. Tiada bait indah yang dapat saya luahkan. Sudah lama tidak menulis. Makanya hanya ayat-ayat hambar yang ditaip. Membuat ayat-ayat mudah serasa sukar sekali. Tidak mengapa, ini hanya latihan bagi saya. Dapat seperenggan pun sudah cukup baik. Hari ini baru satu permulaan.